Rabu, 09 Maret 2016

TAHUKAH ANDA ? Inilah Pengertian dan Sejarah Singkat Istilah "Meme"


Tahukan anda? bahwa meme berasal dari kata dalam bahasa Yunani, Mimema.

Solopos.com, SOLO - Istilah meme beberapa tahun belakangan menjadi sangat terkenal di kalangan pengguna Internet (netizen). Meme diketahui sebagai ilustrasi kreatif untuk menggambarkan situasi tertentu. Meskipun sering dipakai, banyak yang tidak tau apa pengertian meme sebenarnya.

Ulasan mengenai pengertian meme tak banyak dibahas oleh netizen di Indonesia. Sejumlah blogger sebenarnya telah mengurai pengertian meme namun tidak menyertakan rujukan yang jelas tentang pengertian meme. [Baca Juga: Cerita Unik di Balik 5 Tokoh yang Sering Jadi Bahan Meme Kocak]

Sedangkan laman Wikipedia menempatkan meme sebagai akronim dari istilah Mimema. Uraian istilah ini dalam Wikipedia berbahasa Indonesia tidak bisa menggambarkan secara jelas tentang istilah meme yang belakangan ngetrend.

Meski begitu, istilah meme sebenarnya memang berasal dari kata mimema. Namun, meme yang ada di Internet lebih spesifik dan konkret dibanding mimema yang diuraikan Wikipedia berdasarkan teori Richard Dawkins.

Istilah meme berasal dari bahasa Yunani "mimeme" yang berarti sesuatu yang menyerupai/menirukan, dan terdengar serupa dengan gen (gene). Dawkins memakai istilah ini untuk mendefinisikan lahirnya budaya dengan anggapan terjadinya merupakan bentukan dari banyak replikator.

Hipotesisnya adalah manusia seharusnya melihat kelahiran budaya berasal dari banyaknya bentukan replikator, yang umumnya mereplikasi melalui hubungan dengan manusian, yang telah berevolusi sebagai peniru informasi maupun prilaku yang efisien.

Meme dalam Internet berasal dari Mimema dalam bahasa Yunani. Dalam bahasa Inggris Mimema sama artinya dengan Imitation alias tiruan jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Istilah ini diserap langsung dari bahasa Yunani kuno sesuai dengan Pedoman Penyerapan Istilah dalam bahasa Inggris. [Baca Juga: "Haji Lulung" dan "Sudah Kuduga" Jadi Meme Terpopuler 2015]

Karen Schubert dalam bukunya Bazar Goes Bizzare yang terbit 2003 seperti ditutip USA Today, Juni 2007, menguraikan meme sebagai sesuatu yang menjadi terkenal melalui Internet, seperti gambar, video, atau bahkan orang. Mimema Internet biasanya tercipta saat seseorang membuat atau mengunggah sesuatu di Internet, dan menyebar secara luas.

Cara Mengucapkan "Meme"

Karen mengambil istilah meme ini melalui penjelasan yang dicetuskan oleh Richard Dawkins tahun 1976 melalui bukunya yang berjudul The Selfish Gene.

Ia mengurai bagaimana ia menggunakan istilah meme untuk menceritakan bagaimana prinsip Darwinisme  menjelaskan penyebaran ide ataupun fenomena budaya. Dawkins juga memberi contoh mimema, yaitu nada, kaitan dari susunan kata, kepercayaan, gaya berpakaian dan perkembangan teknologi.

Selain Karen, Garry Marshall dari  School of Computing Science, Middlesex University, juga pernah meneliti tentang meme. Dalam uraiannya berjudul The Internet and Memetics Garry menjelaskan bahwa budaya pop Internet telah menciptakan gaya komunikasi baru.

Uraian Garry bersumber dari artikel Francis Heylighen berjudul Evolution of Memes on the Network: from chain-letters to the global brain. Uraian ini sering menjadi rujukan peneliti komunikasi Internet dan meme. [Baca Juga: Populer di Kalangan Ibu-Ibu, Meme Lucu Uttaran yang Bertebaran di Internet]

Mimema Internet dapat berbentuk pranala, video, gambar, laman web, tagar (hashtag), atau hanya sekadar kata atau ungkapan. Namun, dalam perkembangannya meme lebih familiar dengan ilusrasi gambar. Mimema dapat menyebar dari orang ke orang melalui jaringan sosial, blog, surat elektronik (email), sumber berita, atau layanan berbasis web.

Jika diperhatikan, terdapat perbedaan yang signifikan antara akar istilah meme dengan fenomena meme yang berkembang belakangan ini. Meme menjadi istilah  spesifik untuk media visual berupa gambar ilustrasi. Meme menjadi istilah yang melekat pada gambar olahan kreatif.

Perbedaan paling mencolok lainnya terlihat dari fungsi meme yang belakangan berkembang menjadi ilustrasi bergaya parodi dimana meme biasa menirukan obyek yang dituju dengan gaya diplesetkan. Meme juga acapkali diolah dengan gaya satire dan cenderung tajam. Kata-kata vulgar juga muncul pada meme tertentu menjadi polesan yang mengaburkan pengertian asli dari meme. 

Selain pengertian yang sering tertukar, masyarakat Internet di Indonesia sering salah mengucapkan meme. Dalam bahasa Inggris, Meme dilafalkan "Mim". Sedangkan di Indonesia banyak yang melafalkan meme sesuai tulisannya.

Heboh! Pocong Gentayangan Minta Kawat Giginya Dilepaskan

SOOPERBOY - Wah?! Apa benar hal tersebut terjadi? Masa sih ada pocong minta dilepaskan kawat giginya? Sama seperti Anda, kami juga nyengar-nyengir membaca judul di atas. Namun, menurut warga Desa Margoyoso Jepara, hal tersebut benar-benar terjadi.

Bahkan, pada tanggal 14 Januari 2016, para warga Desa Margoyoso berbondong-bondong mendatangi area pemakaman desa untuk membongkar salah satu makam yang diduga mayatnya telah mengggentayangi mereka.

Pembokaran tersebut dilakukan setelah beberapa warga melihat dan ditemui oleh sosok pocong dan meminta tolong untuk dilepaskan kawat gigi yang masih terpasang di jasadnya. Menurut informasi, awalnya pihak keluarga berniat melepas kawat behel jenazah. Namun, sulitnya melepas kawat behel, membuat keluarga tidak tega dan akhirnya membiarkan behel tetap terpasang di gigi jenazah.

Namun, ternyata justru hal itu memberatkan jenazah hingga menggentayangi warga dan minta dilepaskan.

"Isu ini terus berkembang di kalangan Masyarakat Desa Margoyoso dan bahkan banyak yang mengaku telah melihat dan bertemu dengan pocong yang meminta behel atau kawat giginya dilepaskan dari jasadanya tersebut," ucap Fella, seorang warga Desa Margoyoso seperti dikutip dari isknews.com pada 14 Januari 2016.

Mmmhhh..... untung nggak minta dibeliin McD. Bagaimana tanggapan Anda, percaya atau tidak?

Selasa, 08 Maret 2016

Ahok : Gua gak takut DPR, Tuhan manggil aja gua ngadep kok !

Rimanews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan dirinya tidak hadir hari ini memenuhi panggilan Komisi III DPR bukan berarti takut kepada para anggota dewan.
"Gue enggak takut. Elu kayak enggak kenal gue aja. Tuhan manggil aja gue ngadep kok," kata Ahok, sapaan karibnya, saat dikonfirmasi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3/2016).
Ahok menjelaskan pembatalan dirinya datang pada panggilan pertama karena harus menyamakan dulu dengan jadwal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian. Pasalnya, pada surat tertanggal 29 Februari 2016 itu sejatinya ditunjukan untuk dua pihak yakni Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya.
Untuk itu, Ahok mengungkapkan akan meminta penjadwalan ulang kepada Komisi III DPR. Dia pun menambahkan jika persoalan yang dibahas sesuai dengan hirarki yang ada di DPR dirinya akan datang.
"Ya kalau mereka mau panggil ya silakan. Tapi kawan-kawan di DPR saja berantem kok. DPR manggil saya alasannya apa? Perlu panggil saya apa nggak? Kalau kamu anggap saya dipanggil, ya saya datang, saya jelasin saja," tutur mantan Bupati Belitung Timur itu.
Meski demikian, Ahok mensinyalir ada agenda terselubung di balik pemanggilan dirinya oleh Komisi III DPR dalam kaitan kebijakannya menggusur kawasan Kalijodo beberapa waktu lalu.
Jika pada persoalan ini terbukti ada upaya pelemahan politik yang menyasar dirinya, Ahok berjanji akan mengancam balik. "(Kalau ganggu) nanti oknum-oknum di sana gue gangguin juga, bilang gitu," tandas Gubernur DKI itu.
Gerhana, Nyepi dan Kita

KOMPAS.com - Gerhana Matahari total (GMT) yang melintas kembali di atas nusantara hari ini disambut dengan gempita. Layaklah kegempitaan itu karena fenomena alam ini sungguh langka.

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang akan dilintasi GMT 2016. Totalitas gerhana akan dimulai dari Pagai Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada pukul 7:18 waktu setempat dan berakhir di Maba, Maluku Utara, pukul 9:56 waktu setempat.

Para pemburu gerhana, mulai dari turis hingga peneliti mancanegara, berbondong-bondong mendatangi delapan kota di Indonesia yang dilintasi GMT untuk membidikkan kamera pengamatan mereka.

Bagi ilmu pengetahuan, GMT merupakan momen untuk membuktikan teori relativitas Einstein. Baca: Takengon, Kota Tempat Pembuktian Teori Relativitas Einstein.

GMT hari ini seolah merupakan perayaan atas rasionalitas masyarakat Indonesia. GMT tidak lagi menjadi fenomena yang menakutkan seperti yang pernah terjadi tahun 1983.

Kala itu, Soeharto melarang masyarakat untuk melihat gerhana secara langsung karena dapat menyebabkan kebutaan. Tak ada satupun gugatan yang rasional tentang bagaimana menyiasati proses pengamatan gerhana.

Di era itu, bahkan ada lurah yang memerintahkan anak-anak diikat agar tidak keluar rumah. Ada juga dokter yang mengajurkan untuk menutup mata kambing dan hewan ternak lain agar tidak buta.

"Cuaca kultural dalam menyikapi gerhana sudah berubah," kata astronom dan filsuf pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Baca: Soeharto Gunakan Gerhana Matahari untuk Menguji Kekuasaannya.

Soal gerhana, peradaban manusia modern telah bertransformasi secara kultural. Dulu, saat manusia tidak memahami tentang apa yang terjadi saat siang tiba-tiba berubah menjadi gelap, munculah beragam cerita untuk memaknai ketidaktahuan itu. Baca: Kisah Mereka yang Menelan Matahari.

Karlina mengingatkan, "cuaca" kultural yang membaik adalah momentum bagi masyarakat untuk mengedepankan rasionalitas dan keilmuan. Peristiwa alam, kata dia, bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipahami. GMT adalah momentum untuk mencerdaskan masyarakat dalam memahami dirinya dan lingkungannya.


TRIBUN BALI/RIZAL FANANY Pemuda Sekaa Teruna Teruni (STT) Mekarjaya Banjar Nagi saling lempar Kulit kelapa yang dibakar di depan Banjar Nagi, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (20/3/2015). Ritual Perang Api dilaksanakan STT Mekarya jelang pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi.

Nyepi

Hal lain yang juga membuat hari ini istimewa adalah bahwa GMT jatuh berbarengan dengan perayaan Nyepi yang dirayakan umat Hindu. Nyepi berarti menarik diri dari segala kegaduhan.

Umat Hindu diajak untuk kembali ke ruang batinnya yang paling dalam, melakukan tapa berata, yoga, dan samadhi. Ia diajak berkaca tentang kayika-nya (perbuatan), wacika-nya (perkataannya), dan manacika-nya (pikirannya).

Sejak pukul 6 pagi hari ini hingga pukul 6 pagi esok hari umat Hindu "berhenti sejenak", diam, menempatkan hati di hadapan yang ilahi yang bersemayam di dalam diri.

Kebijaksanaan menyepi untuk kembali ke ruang batin sesungguhnya ada dalam setiap tradisi agama manapun. Sumber agung kebijaksanaan sejati ada di dalam diri. Paulo Coelho melukiskan dengan sangat indah dalam bingkai spirtualitas universal perjalanan ke dalam diri sendiri di novelnya yang memukau, The Alchemist.

Dengan memasuki ruang batin diri sendiri manusia diajak untuk memahami Bhuana Alit (mikro kosmos) dan Bhuana Agung (makro kosmos), memahami diri dan lingkungannya.

Jika GMT kita maknai sebagai perayaan rasionalitas, maka Nyepi bisa kita maknai sebagai perayaan spiritualitas. Melalui keduanya, manusia sesungguhnya sama-sama ingin mengungkap misteri eksistensinya di semesta ini.

Melalui keduanya pula, manusia diajak untuk semakin bijak. Rasionalitas manusia dalam memahami banjir, misalnya, akan mengubah perilaku penanganan sampah, tata kota, hingga regulasi pengelolaan hutan. Dengan rasionalitasnya, manusia memahami bahwa perubahan alam adalah konsekuensi atas perbuatan manusia sendiri.

Demikian pula dengan spiritualitas. Melaluinya, manusia diajak untuk berperilaku bajik mengikuti mata batin.

Rasionalitas tanpa ketajaman mata batin adalah ancama yang nyata. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pernah mengungkapkan, lebih dari 80 persen pelaku korupsi Indonesia adalah lulusan perguruan tinggi. Semakin pintar seseorang, semakin canggih korupsinya.

"Sekarang ada ribuan orang pintar tetapi sedikit yang berakhlak," kata Mahfud. Baca: Mahfud MD Prihatin, 80 Persen Koruptor Lulusan Perguruan.

Benarlah apa yang pernah diucapkan Bung Hatta. "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat diperbaiki dengan pengalaman, tetapi kurang jujur sulit memperbaikinya."

Nyepi yang jatuh di hari yang sama dengan GMT seolah pengingat bahwa rasionalitas manusia kiranya berkembang bersama ketajaman mata hati. Keduanya hadir untuk bersama-sama mengembangkan kemanusiaan kita.

Selamat menikmati gerhana. Selamat merayakan Nyepi.
Misteri suara di kepala saat kita baca dalam hati
Mar 08, 2016, 10:36 WIB www.merdeka.com
Merdeka.com -Ketika kita membaca buku, chat di smartphone, atau membaca artikel di internet, sebuah suara seringkali muncul di kepala kita untuk menarasikan tiap kalimat. Mungkin ini halusinasi dan mungkin juga ini suara hati kita. Namun menurut sebuah studi, ini adalah hal yang benar.

Dilansir dari Medical Daily (25/2), Ruvanee Valhauer, seorang psikolog yang juga profesor di New York University, menganalisis sendiri berbagai variasi dari 'suara dalam kepala' dengan membaca 'Yahoo! Answers,' website tanya jawab terbesar di dunia.

Sang profesor mendapatkan 136 jawaban dari 24 pertanyaan tentang 'suara dalam kepala,' yang dilontarkan di forum tersebut, dari 2006 hingga 2014. Total 82,5 persen dari semua yang menjawab, mendengarkan 'suara dalam kepala' ketika mereka membaca dalam hati.

Dari angka yang mendengarkan suara tersebut, 13 persen di antaranya hanya mendengarkan beberapa kali, seperti contohnya ketika dia membaca sesuatu yang sangat menarik baginya. Sementara 10,6 persen dari total yang menjawab, mereka tak pernah mendengarkan suara apapun.

Hampir semua orang yang mendengarkan suara tersebut, mendengarkannya dengan jelas. Bahkan bisa mengidentifikasi kalau suara tersebut memiliki aksen yang tebal dan ketinggian volume tertentu. Beberapa yang lain mendengar suara mereka sendiri, dan beberapa yang lain tidak bisa mengontrol suara yang muncul di dalam kepala mereka.

Valhauer melakukan studi ini untuk mengetahui berbagai area yang 'tidak terjamah' di alam bawah sadar manusia. Sang profesor percaya bahwa hal ini dapat menjadi medium untuk mengerti soal halusinasi pendengaran yang biasa terjadi pada penyakit mental. Namun bagaimana pun hal ini belum terbukti berhubungan dengan 'suara dalam kepala,' karena hampir semua orang mengalaminya.

Sang profesor mendeskripsikan beberapa tipe 'suara dalam kepala,' dalam beberapa deskripsi berikut.

Terkadang kita mendengarkan seseorang yang selalu membacakan kita buku yang akhirnya jadi favorit kita. Seperti suara kakek, atau ayah.

Ketika kita membaca novel atau buku yang menceritakan sesuatu, kita mendengarkan suara yang kita pikir cocok dengan karakter yang digambarkan oleh buku tersebut.

Seringkali kita mendengar suara teman, atau orang yang kita kenal, yang cocok dengan karakter yang digambarkan cerita yang kita baca.

Terkadang juga suara yang di dengarkan adalah gabungan dari suara-suara dari seseorang yang memiliki suara sempurna, yang dapat menyamankan pikiran jika suara tersebut memberikan kita narasi dalam membaca.

Suara siapa yang Anda dengar?
18 Fakta tak terduga soal air ini bikin menyesal merusak alam! Menurut beberapa penelitian, dalam satu abad ini, pemakaian air oleh umat manusia sebanyak dua kali lipat dari sebelumnya.

Brilio.net - Salah satu benda yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia adalah air. Meski air di bumi jumlahnya melimpah, namun tak semuanya bisa dikonsumsi. Air tersebut bahkan menyimpan banyak bibit penyakit. Menurut beberapa penelitian, dalam satu abad ini, pemakaian air oleh umat manusia sebanyak dua kali lipat dari sebelumnya.

Berikut, fakta-fakta soal air yang penting untuk diketahui, seperti dihimpun brilio.net dari seametrics.com, Kamis (11/2):
1. Hanya 1 persen air di bumi yang dapat diminum.

2. Sebesar 30% air tawar berasal dari tanah.

3. Sekitar 2 persen air di dunia berwujud beku sehingga tidak dapat digunakan.

4. Air dapat melarutkan banyak zat cair lain, salah satunya asam sulfat.

5. Titik beku air menurun oleh sebab sejumlah garam. Air laut membeku pada suhu -2°C (28,4°F)

6. Air adalah satu-satunya zat di bumi yang secara alami memiliki 3 fase (padat, cair, gas).

7. Seseorang dapat bertahan hidup tanpa makan lebih dari sebulan, sedangkan tanpa air hanya mampu sekitar satu pekan.

8. Dalam tubuh manusia terkandung 66 persen air.

9. Sekitar 780 juta orang tidak memiliki akses ke sumber air bersih.

10. Sebanyak 3,41 juta orang setiap tahun mati disebabkan air, sanitasi, dan masalah yang berhubungan dengannya. Setidaknya ada 200 anak yang mati setiap jam karena tidak mendapat akses air bersih.

11. Air bisa meluas sampai 9 persen dari ukuran cair ketika membeku.

12. 95 persen kandungan dalam ubur-ubur dan mentimun adalah air.

13. Dibutuhkan dua kali lebih banyak jumlah air dalam produksi kopi daripada produksi teh.

14. Tercatat sebanyak 265 konflik yang timbul akibat air sejak 3000 SM sampai tahun 2012.

15. Lebih dari 90 persen pasokan air tawar di dunia berasal dari Antartika

16. Sebuah keran bocor yang menetes tiap detik bisa membuang lebih dari 3.000 galon per tahun.

17. NASA telah menemukan air dalam bentuk es di bulan.

18. Satu iris roti membutuhkan 11 galon air, sebuah apel membutuhkan 18 galon air, dan 500 lembar kertas membutuhkan 1.321 galon air.